247 Daerah Raih KLA, Kota Solok Naik Kelas - PATRONNEWS

Thursday, July 25, 2019

247 Daerah Raih KLA, Kota Solok Naik Kelas

247 Daerah Raih KLA, Kota Solok Naik Kelas


MAKASSAR - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Prof Yohana Suzana Yembise, MA menyebut, dengan makin banyaknya kabupaten dan kota yang mendapatkan prediket Kota dan Kabupaten layak anak, maka Indonesia ditunjuk oleh PBB sebagai pilot project perlindungan anak dalam tahun tahun mendatang. Hal itu dikatakan Yohana Yembise saat penganugerahan Kota Layak Anak di Hotel Four Point, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam (23/7).

"Komitmen Indonesia untuk melindungi anak anak dari kekerasan sudah diakui dunia. Ini prestasi luar biasa," katanya.

Yohana Yembise juga mengatakan, penghargaan dan penganugerahan KLA merupakan bentuk apresiasi Kementerian PPPA atas segala upaya pemerintah daerah melalui para gubernur, bupati, dan walikota di Indonesia dalam memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak. Yohana juga menyebut ada 247 kota dan kabupaten yang mendapat penghargaan dari berbagai kategori tahun ini. Sebanyak 247 daerah tersebut mendapatkan penghargaan KLA mulai dari level terendah ke paling tinggi. Dimulai KLA Pratama, KLA Madya, KLA Nindya, hingga pencapaian tertinggi predikat KLA Utama.

"Khusus tahun ini, Kementerian PPPA memberikan penghargaan pemerintah provinsi untuk dua kategori yaitu pelopor provinsi layak anak dan penggerak provinsi layak anak. Penerima penghargaan KLA dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, angka penerima KLA tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun 2018, tahun lalu jumlah kabupaten kota yang meraih penghargaan hanya 177 kabupaten/kota," jelasnya.

Yohana menyebutkan, Pemberian penghargaan untuk kabupaten/kota tahun ini yang semakin bertambah dinilai membanggakan, sebab dengan bertambahnya pemberian penghargaan KLA di sejumlah daerah maka seiring dengan pemenuhan hak anak-anak di tingkat kabupaten.

Penilaian KLA diawali oleh tahap evaluasi mandiri secara online atau mengevaluasi diri sendiri berdasarkan 24 indikator KLA dengan sekitar 430 item pertanyaan atau variabel evaluasi sejak April hingga Mei 2019. Setelah hasilnya diketahui, maka tahapan selanjutnya tim pusat melihat capaian passing grade masing-masing kabupaten/kota yang memenuhi standar.

Sementara itu, Deputi Menteri PPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny Rosalin, menyatakan penghargaan yang diberikan kepada daerah yang punya komitmen tinggi tersebut, ditujukan agar anak dapat berkembang secara baik dan benar, sekaligus menjadikan daerah menjadi nyaman untuk tumbuh kembang anak.

"Di samping ada empat tingkatan dalam penghargaan yang digelar setiap tahun. Yakni KLA Pratama, KLA Madya, KLA Nindya dan KLA Utama. Penghargaan serupa juga diberikan kepada sekolah layak anak, Puskesmas layak Anak, perusahaan layak anak, taman layak anak dan lain sebagainya," ujarnya.

Kota Solok Naik Kelas

Sementara itu, Wakil Walikota Solok, Reinier, yang menerima penghargaan langsung dari Menteri PPA Yohana Yembise, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Solok, pihak eksekutif dan legislatif serta seluruh elemen yang telah mendukung sehingga prestasi tersebut dapat meningkat dari tahun sebelumnya.

"Penghargaan yang diterima merupakan bukti kerja keras semua pihak terkait dalam mendukung program kota Solok sebagai Kota Layak Anak. Kita bersyukur atas penghargaan ini, kita jadikan penghargaan ini sebagai pemicu untuk menjadi lebih baik lagi dalam memenuhi hak dan perlindungan anak di Kota Solok," jelasnya.

Keberhasilan ini sambung Reinier, merupakan kerja keras semua pihak. Pemko Solok menurutnya tentu akan tetap berkomitmen terhadap pembangunan manusia tidak terkecuali kepada anak-anak. Menurutnya, di tangan generasi penerus inilah nanti masa depan Kota Beras Serambi Madinah, juga bangsa dan negara akan ditipkan.

"Dalam menjalankan setiap programnya, Pemko Solok tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat. Untuk itu diperlukan kepedulian dari warga dalam memerangi kejahatan dan kekerasan terhadap anak," ujarnya.

Memang kasus kekerasan terhadap anak, banyak terjadi di Indonesia. Namun di Kota Solok tambah Reinier, dapat diantisipasi dengan berbagai program. Salah satunya program subuh berjamaah, magrib mengaji dan keluarga yang dapat memberikan pencerahan kepada anggota keluarga tentang fungsi masing-masing. Sehingga dapat merubah mindset masyarakat. Ini tentu juga ikut membantu penilaian dari pusat.

"Sebelumnya kita terima kriteria pratama, sekarang madya. Ini akan terus kita tingkatkan. Ke depan, kita menargetkan kriteria penghargaan KLA yang diterima bisa naik peringkat ke nindya atau utama. Kita akan lakukan pembenahan-pembenahan agar prestasi ini tercapai," imbuhnya.

Sementara itu, Kepaa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kota Solok Delfianto, mengatakan, penilaian Kota Layak Anak ini, dimulai dari komitmen pemerintah dalam melaksanakan hak dasar anak. Dari proses itu, Pemko Solok telah memulai sejak beberapa tahun terakhir, sehingga kerjasama antar SKPD terus berlanjut sehingga komitmen itu terus bertahan dan kita berhasil menaiki peringkat Pratama menjadi Madya.

"Pengembangan Kota Layak Anak mengacu pada beberapa indikator pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang secara garis besar terdapat 5 klaster hak anak yang meliputi, hak sipil dan kebebasan lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif kesehatan dasar dan kesejahteraan pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta perlindungan khusus," terangnya. (rijal islamy)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 PATRONNEWS | All Right Reserved