News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

PKB Serukan Tindakan Tegas untuk Oknum Pelaku Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren

PKB Serukan Tindakan Tegas untuk Oknum Pelaku Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren

Tanah Datar, PATRONNEWS.co.id - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyerukan pembenahan total dan tindakan tegas terhadap segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren. Hal ini jadi fokus Anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar Yonnarlis.

"Pesantren adalah ruang pendidikan, pembinaan akhlak, dan tempat lahirnya generasi bangsa. Karena itu, menjaga pesantren tetap aman dan bermartabat adalah tanggung jawab bersama. Tidak boleh ada lagi pelaku yang berlindung di balik nama pesantren. 

Gerakan ini menjadi langkah bersama antara pesantren, pemerintah, dan aparat penegak hukum untuk menciptakan lingkungan pendidikan berbasis keagamaan yang aman, bermartabat, dan memberikan kepastian hukum," jelasnya kepada wartawan, Minggu 24 Mei 2026.

Saat ini PKB menginisiasi komitmen bersejarah dengan mempertemukan pesantren, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual. Langkah ini menjadi bentuk keseriusan bersama untuk menjaga pesantren tetap aman, bermartabat, dan berpihak pada para santri.

Melalui Temu Nasional Pondok Pesantren, PKB mendorong komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan seksual, memperkuat perlindungan korban, serta membangun sistem pencegahan yang lebih terbuka dan berkeadilan di lingkungan pesantren.

Alumni Universitas Islam Negeri UIN Imam Bonjol itu juga juga berharap para pihak yang peduli dengan pondok pesantren untuk peduli dengan ikut serta jadi pemantau terutama isu hal hal berkaitan dengan isu kekerasan seksual di pondok pesantren.

Perhatian pria kelahiran Batam ini juga terhadap pondok pesantren ikut andil dalam peresmian Musholla Nurul Ilmi di PPTI Nurul Yaqin Batipuah Ateh beberapa hari lalu.

Hal senada juga disampaikan Lembaga Bantuan Hukum LBH GP Ansor PW Sumatera Barat.

"Kita sangat mendukung gerakan anti kekerasan seksual yang di lakukan PKB. Tentunya ada beberapa pesan penting tersirat.Terutama isu ini makin membuat pendidikan pondok pesantren ada penurunan segi kuantitas.Sekitar 42 ribu pesantren di Indonesia turut terkena dampak negatif akibat kasus-kasus tersebut. Bahkan, jumlah santri disebut mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir, dari 4,37 juta menjadi 1,38 juta pada 2026," ungkap Eko Kurniawan Ketua LBH GP Ansor PW Sumatera Barat.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas ini berharap adanya gerakan anti kekerasan seksual di pondok pesantren masif dilaksanakan, upaya pencegahan dan sosialisasi jadi garda terdepan.

Yonnarlis Katik Bandaro Sati merupakan alumni SDN 22 Subarang, PPTI Malalo, PPMTI Batang Kabung Padang. Pada hari ini ulang tahun dan saat ini diberi amanah jadi pengurus PW GP Ansor Sumatera Barat periode 2024-2028. (EKO/PN-001)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment